Material Kaca Untuk Konstruksi
Material

Plus-Minus Material Kaca Pada Pengaplikasiannya di Konstruksi Gedung

Saat ini penggunaan material kaca untuk konstruksi kian bertambah banyak dan seolah telah menjadi favorit. Tentu bukan tanpa sebab, ada banyak hal dibalik alasan mengapa penggunaan kaca menjadi favorit apalagi untuk gedung perkantoran dan rumah modern kini juga turut memakainya.

Material kaca untuk konstruksi biasanya akan menggunakan bahan aluminium sebagai penyanga atau pun bingkai dari kaca. Pada pintu kaca misalnya, seringkali bingkainya adalah yang berbahan dasar aluminium. Kalau kamu belum pernah menggunakannya kamu bisa cari di internet kokĀ harga pintu geser siapa tahu cocok di kantong kamu.

Plus-Minus Material Kaca Untuk Konstruksi

Tentu ada plus-minus dari sebuah material dalam konstruksi termasuk kaca. Penggunaan kaca yang kian marak baik dalam konstruksi rumah maupun gedung tentu bukan tanpa sebab, ada beberapa kelebihan yang menyebabkannya naik daun kini di antaranya:

  1. Kaca memiliki daya tahan yang amat baik, bahkan tak terpengaruh dengan cairan pemmbersih dan bahan kimia lainnya.
  2. Material kaca sangat mudah dibersihkan sehingga dapat menghemat waktu untuk membersihkannya, bahka bisa hanya dengan kain pembersih alias kain lap aja.
  3. Kaca itu terbukti memiliki tingkat kestabilan yang sangat baik terhadap temperatur.
  4. Material kaca membuat ruangan atau bangunan menjadi indah. Bahkan jika digunakan sebagai pintu (baik pintu biasa atau pintu geser) tidak hanya sekedar menambah keindahan tapi juga dapat membuat ruangan terkesan menjadi lebih luas. Pintu kaca yang popular yang digunakan dalam bangunan ada pintu geser dengan bahan bingkainya yang berbahan dasar aluminium. Untuk harga pintu geser aluminium sendiri beraneka ragam tergantung model, ukuran dan tentu saja kualitasnya, tinggal disesuaikan saja sesuai kebutuhan dan keamanan dompet.
  5. Kaca sendiri dapat digunakan dalam waktu yang panjang tanpa adanya perubahan baik sifat atau karakteristiknya.
  6. Modelnya sangat beragam dan cukup mudah ditemukan di pasaran sehingga dapat menyesuaikan dengan tema atau pun interior konstruksi.
  7. Kaca dapat menghemat listrik. Eits, tapi bukan maksudnya dapat membayar listrik ya. Sebenarnya ini karena penggunaan kaca dapat meneruskan cahaya dengan baik sehingga sangat dimungkinkan untuk tidak perlu lagi menyalakan lagi lampu atau alat penerang saat siang hari karena dapat memanfaatkan sinar dari matahari yang masuk melewati kaca.

Namun, dibalik berbagai kelebihannya, material kaca juga memiliki bebeapa kekurangan, di antaranya:

  1. Bobotnya yang berat sehingga membutuhkan tenaga ekstra apalagi jika dibandingan dengan material plastik dan akrilik. Makanya, material kaca seringkali menggunakan bingkai yang berbahan dasar aluminium agar tidak menambah berat bobot material.
  2. Material kaca itu sifatnya getas. Artinya dengan sifat bawaannya ini membuat material yang satu ini gampang pecah apalagi jika tertimpa oleh benda yang bobotnya lebih berat.
  3. Untuk harga, material kaca itu cukup lumayan sehingga harus sudah memang direncanakan dengan matang sebelum memutuskan untuk membeli. Misalnya saja, harga pintu geser aluminium dengan material kaca saja cukup menguras kantong jika kita bandingkan dengan harga pintu bahan jenis lainnya.
  4. Meskipun gampang dibersihkan, namu material kaca sebenarnya cepat kotor sehingga kalau kamu tidak punya wkatu untuk membersihkannya maka akan kotor dan mengganggu keindahan.
  5. Kaca tergolong bahan bangunan yang harganya lumayan mahal. Jadi penggunaan kaca pada desain harus direncanakan dengan baik.
  6. Kaca itu selain meneruskan cahaya sebenarnya panas juga turut serta diteruskannya. Hal ini akan menyebabkan ruangan terasa panas makanya kebanyakan ruangan kaca menggunakan pendingin ruangan dan tentunya ini menambah biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan pendingin ruangan.

Nah, itu dia kelebihan dan kekurangan dari kaca untuk konstruksi. Jadi, buatlah perencanaan yang matang dulu trus lakukan survey harga dan baru putuskan apakah jadi menggunakannya atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *